SPESIAL

USTADZ ABU AQILA

ABOUT BR

Tutup About Bengkel Rohani

Tutup Herbal

Tutup Jadwal Praktek

Tutup Pondok Zakat

Tutup Program Kegiatan

INFO & ARTIKEL

Tutup Alam Gaib

Tutup Aqidah

Tutup Berita

Tutup Dunia Islam

Tutup Humor Hidup Sehat

Tutup Indah Ramadhan

Tutup Indahnya Hidayah

Tutup Keluarga Muslim

Tutup Kemerdekaan

Tutup Kesehatan

Tutup Kisah dan Akhlaq Teladan

Tutup Lebaran

Tutup Ruqyah

Tutup Tahukah Anda???

Tutup Taujih & Tadzkirah

Tutup Tips dan Trik

Tutup Tokoh Islam

WAKTU SHOLAT
RENUNGAN



"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar".
(Umar bin Khattab)







"Nabi saw. bersabda, "Hubungilah kerabatmu walau hanya dengan memberi salam kepadanya."




"Hendaklah engkau menjadi orang yang berilmu atau yang belajar atau mendengar ilmu, dan janganlah engkau menjadi orang ke empat yakni yang tidak termasuk salah seorang dari kelompok orang di atas agar engkau tidak binasa."
(Abu Darda)




"Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya".
(HR. Al-Bukhori)




"Amal apakah yg paling dicintai Allah?" Rasulullah berkata,"yg dikerjakan secara tetap walaupun sedikit." Sabdanya lagi,"Lakukanlah amal perbuatan yang sanggup kamu lakukan"
(HR. Bukhori)




“Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku. Kalau ia berprasangka baik, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Bila ia berprasangka buruk, maka keburukan akan menimpanya”
(Hadist Qudsi)




"Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain"
(Al-hadits)




Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhhiyah (pengorbanan). Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta. Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima, Karena yang di sisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka. Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

PENGUNJUNG

   pengunjung

   visitors online

Indahnya Hidayah - Yuri, Putri Venezuela

Namanya Yuri. Gadis berwajah Asia ini dulunya adalah penganut Katolik sejak lahir. Melalui beberapa kali diskusi, ia akhirnya kembali ke fitrah, memeluk Islam

M. Syamsi Ali


Ketika hadir pertama kali di Islamic Forum for non Muslims di Islamic Center of New York, gadis ini nampak lugu dan pemalu. Dia hanya diam, mengamati dan sesekali menganggukkan kepala. Senyumnya pun jarang terlihat. Mungkin karena pernah mendengar bahwa senyuman wanita di tempat umum bisa dianggap tidak etis.

Yuri, itulah nama yang disebutkan di saat ditanya tentang namanya. “my parents are very strong Catholics” katanya suatu saat. “My father is Venezuelan, but my mother is an Irish origin”. Mungkin campuran itulah yang menjadikan Yuri lebih mirip gadis Asia.

Datang kedua kalinya, Yuri kini lebih agresif. Beberapa pertanyaan yang diajukan sangat tajam dan mengena. Suatu kali dia menanyakan “if Muslims believe in Jesus and the Gospel, why don’t you guys accept him (Jesus) as Christians do”. Ketika saya jawab bahwa mengimaninya harus sesuai dengan Al-Qur’an dan bukan dengan apa yang disebutkan di Bible, dia berargumentasi “That for me means, you don’t really believe in the Bible that you claim”.

Dari pertemuan ke pertemuan, alhamdulillah, Yuri nampak serius dan banyak mengalami perubahan. Saya masih ingat, ketika pertama kali datang Yuri seperti tidak serius dan seolah acuh dengan ceramah yang disampaikan. Hingga suatu ketika, bersamaan dengan hari Paskah di kota New York, saya membahas kembali mengenai Isa A.S. Diskusi yang memakan waktu lebih 3 jam mengenai Isa itu ternyata awal perubahan drastis yang dialami oleh Yuri. Sejak itu, kerap kali meminta untuk direkomendasikan buku-buku yang dianggap “reliable” untuk dibaca.

Dua bulan terakhir Yuri nampak semakin bersemangat. Bahkan tidak jarang kini menyampaikan keragu-raguannya terhadap apa yang selama ini dia sebut sebagai “my father’s inheritance” (warisan ayah). Walhasil, seringkali dia sendiri mempertanyakan konsep-konsep dasar agama Katolik. Sebagai misal, suatu ketika ada pertanyaan dari seorang peserta tentang “Dosa asal dan karakter dasar manusia”. Menurutnya, secara umum manusia itu cenderung untuk jahat. Kalau saja tidak ada “hukum” maka manusia akan lebih jahat dari binatang buas di hutan-hutan. Maka, dosa asal itu memang ada dan terbukti dari prilaku manusia.

Yuri yang sebenarnya pendiam itu segera menjawab: “What? I don’t think any rational human beings will accept that concept. From any human senses, that is simply irrational” katanya tegas tanpa penjelasan lebih jauh.

Saya seperti biasa, di saat diskusi sudah menghangat tinggal mengarahkan saja. Seolah moderator diskusi yang mengarahkan arah diskusi ke tujuan yang diinginkan. Tidak jarang memang diskusi-diskusi di kelas ini, khususnya jika telah menyentuh masalah-masalah teologis, menjadi panas. Tidak jarang pula, diskusi-diskusi panas inilah menjadi awal pijakan “introspeksi” bagi para peserta.

Yuri, yang hingga kini belum sempat saya tanyakan nama lengkapnya, sejak itu pula nampak seperti seorang Muslimah yang setiap saat siap membela berbagai miskonsepsi mengenai Islam. Saya masih ingat, seorang peserta lain mempertanyakan konsep kemurnian tauhid dalam Islam. Menurutnya, orang-orang Islam itu jika shalat dan tidak menghadap Mekah tidak diterima shalatnya. Menurutnya lagi, bangunan yang ada di Mekah (Ka’bah) itu dianggap oleh kaum Muslim sebagai sesuatu yang dihormati. “Isn’t it a kind of polytheism?” tanyanya.

Tiba-tiba saja Yuri yang pemalu itu mengangkat tangan dan mengatakan: “Don’t you know that Muslims do not worship any object beside God? That is a symbol of direction to God but Muslims do not worship it at all” jelasnya.

Demikianlah hari-hari Yuri bersama the Islamic Forum di Islamic Center of New York. Hingga pada awal bulan Mei ini, di mana bersamaan dengan persiapan “Matrimonial Match Makin” yang akan dilaksanakan di Jamaica Muslim Center dua minggu silam, saya mendedikasikan sebulan penuh (Mei) membicarakan mengenai “Perkawinan dalam Islam” dari berbagai sudut. Yuri yang masih belia itu ternyata punya perhatian besar terhadap keluarga dan konsep pernikahan itu. Sampai pada akhirnya, minggu kedua dari diskusi tentang nikah itu dia mengatakan “This is the most interesting to me. I was kind of confused about how will it be as a Muslim to marry”.

Alhamdulillah, tepat Sabtu keempat bulan Mei lalu, nampak Yuri tenang tapi sesekali memperlihatkan wajah yang sepertinya gusar. Diskusi yang biasanya memakan waktu sekitar 3 jam itu ternyata molor hingga 4 jam karena memang masalah yang didiskusikan adalah hak dan kewajiban suami isteri. Ternyata bagi kebanyakan peserta hal ini menarik karena asumsi mereka isteri selalu tunduk dan patuh kepada suami. Sebaliknya suami selalu berada pada posisi yang superior. Ternyata apa yang mereka dapat adalah sebaliknya, di mana Islam menempatkan suami dan isteri pada posisi yang “sederajat” sesuai kodrat masing-masing pihak.

Tapi yang paling menarik adalah konsep “poligami” versus pergaulan bebas di Amerika. Sedemikian serunya pembahasan ini hingga beberapa kali pihak security datang karena menyangka ada pertengkaran. Alhamdulillah, pada akhirnya semua pihak dapat memahami bagaimana sesungguhnya kedudukan poligami dalam Islam.

Yuri yang hari itu agak diam, hanya sesekali tersenyum jika mendengar argumentasi yang lucu. Hingga pada akhirnya kelas berakhir dan semua meninggalkan. Saya biasanya tidak langsung meninggalkan kelas, selain membenahi buku-buku rujukan, juga terkadang ada beberapa murid yang perlu konsultasi secara individu.

Tidak beberapa lama setelah kelas bubar, Yuri dengan nampak berlinang air mata dan malu-malu masuk kembali ditemani 3 orang temannya. Ketiganya adalah muallaf yang masuk Islam beberapa waktu lalu. Saya langsung tanya “what’s happening?” Teman-teman itu hampir serentak menjawab “she is ready, Imam Shamsi”. Saya tidak sadar tentang Yuri dan kembali bertanya “ready for what?”. Yuri yang kini duduk sambil mengusap air mata mengatakan “I can not delay this any more. I want to be a Muslim right now!” katanya mantap.

Saya pun memulai dengan kembali mengingatkan Yuri ketika pertama kali datang ke kelas. Bagaimana dia pemalu, nampak lugu, dan kelihatannya nampak sangat belia. Mendengar itu, Yuri hanya tersenyum sambil mengusap air mata.

Saya kemudian memulai menuntun Yuri bersyahadah: “Ash-hadu an laa ilaaha illa Allah- wa-ash hadu anna Muhammadan Rasul Allah”. Dengan air mata berlinang diiringi pekik takbir teman-teman yang ada, Yuri secara resmi kembali ke pangkuan fitrah asalnya.

Saya hanya berpesan kepada Yuri bahwa “in fact this is the beginning of your journey. Be prepared and willing to sacrifice in the way to pursue the pleasure of your Creator”.

May Allah bless and strengthen you, Yuri!New York, May 31, 2007


Dibuat tanggal : 08/08/2008 ¤ 10:43
Update terakhir : 08/08/2008 ¤ 10:43
Kategori : Indahnya Hidayah
Dibaca 1013 Kali


preview preview     Cetak Cetak


Member Area
 Members List Members: 479

Username:

Password:

[ Password lost ? ]


[ Menjadi Anggota ]


  Member online: 0
  Anonymous online: 13
FOTO-FOTO

Ustadz Abu Aqila


Syeikh Hasan Al Banna


Sheikh Ahmad Deedat


Al-Qaradawi


Buya Hamka
PENCARIAN




KALENDER
POLLING
Seberapa sering Anda membaca ayat Suci Al Qur'an?
 
Setiap Hari
Sepekan Sekali
Selesai Sholat Wajib
Sebulan Sekali
Tidak Pernah
Hasil
KONTAK KAMI

Bengkel Rohani Buaran
Komplek Rukan Buaran Persada
Blok no. 8
Jl. Jendral R Soekamto Jakarta Timur
Telp : (021) 86612349 / 8661325


Bengkel Rohani Koja
Ruko Koja Baru
Jl. Raya Koja- Plumpang
Jakarta Utara
Telp : (021) 26793123


Bengkel Rohani Ciputat
Jl. Ir.H.Juanda No.2A
Ciputat - Jakarta 15412
Telp : (021) 7440833 / 7409637
Fax : (021) 7495253


Bengkel Rohani Pekayon
Jl. Raya Pekayon No. 8
Jaka Setia - Bekasi Selatan
Telp : (021) 8215242


Bengkel Rohani Bekasi
Jl. Inpeksi Kalimalang
Ruko Niaga Kalimas I
Blok D23-24
Bekasi Timur - Jawa Barat
Telp : (021) 88357762 / 88357763


Bengkel Rohani Bogor
Ruko Taman Yasmin
Sektor 6 No. 188
Jl Ring Road
( KH.R. Muhammad bin Nuh )
Bogor - Jawa Barat
Telp : (0251) 753 8302


Bengkel Rohani Depok
Jl Margonda Raya
ITC Depok No 42
Depok - Jawa Barat
Telp : (021) 752 2815


Bengkel Rohani Cikarang
Jl Cianduy Raya
Blok A No 24
Ruko Pinangsia, Graha Asri
Cikarang Baru
Telp : (021) 8914 4433


Bengkel Rohani Tangerang
Jl Empu Panuluh Raya
No 46 Perumnas II
Karawaci
Tangerang - Banten
Telp : (021) 551 0466


Email

abuaqila@bengkelrohani.com
abusyihan@bengkelrohani.com
hasbullah@bengkelrohani.com
pondokzakat@bengkelrohani.com

Ke atas